Tempat Tinggal Masa Depan “Let’s Go To Super Earth”

Haii sob, ada kabar baru lhoo..
Ternyata ada planet yang sangat mirib dengan bumi!!!! Penasaran kan mau tau kayak apa?? Simak yuk!!!

Kemungkinan ditemukannya kehidupan makhluk asing (alien) semakin memberi harapan setelah terungkapnya salah satu dalam dua bintang pada alam semesta memiliki sejumlah planet mirip Bumi yang mengorbit di sekitarnya.
Untuk pertama kalinya, astronom akhirnya menemukan planet yang mirip Bumi di luar Tata Surya, sebuah planet ekstrasolar dengan radius 50% lebih besar dari bumi dan mampu memiliki air dalam bentuk cair. Penemuan ini memberi sebuah harapan baru dan sebuah langkah maju dalam usaha pencarian planet-planet yang bisa digolongkan sebagai planet layak huni. Dengan menggunakan teleskop ESO 3,6 m, tim pemburu planet dari Swiss, Perancis dan Portugal akhirnya menemukan super-Bumi yang massanya 5 kali massa Bumi dan mengorbit bintang katai merah, yang sebelumnya diketahui telah memiliki planet bermassa Neptunus. Para astronom juga menemukan bukti kuat yang menunjukkan indikasi keberadaan planet ketiga dengan massa 8 kali massa Bumi.
Gliese 581g terletak 20 tahun cahaya (sekitar 200 triliun kilometer) dari bumi–jarak yang relatif dekat dalam skala ruang angkasa. Planet ini mengorbit bintang red dwarf bernama Gliese 581 dalam zona “Goldilock” dimana jarak planet dengan bintang pusatnya tidak terlalu jauh atau terlalu dekat untuk mendukung adanya air. Planet ini memiliki massa sekitar 3x lebih padat dari bumi dan ukurannya menyamai bumi. Media pun lalu menghebohkan planet ini sebagai planet yang mungkin akan ditinggali manusia di masa depan.

Tapi mungkin pernyataan media terlalu pesimistik. Gliese 581g memiliki masa orbit selama 37 hari bumi. Itu berarti satu tahun di Glise 581g sama dengan 37 hari bumi. Hal ini memberitahu kita bahwa si planet dekat dengan bintangnya. Karena bintangnya sendiri adalah red dwarf dan lebih dingin daripada Matahari, Gliese tidak terlalu panas membara. Hanya saja separuh bagian Gliese 581g terus terkena cahaya sementara separuhnya lagi selalu gelap. Daerah yang selalu terkena cahaya ini memiliki temperatur yang sangat tinggi dan sebaliknya daerah yang selalu gelap memiliki temperatur sangat rendah. Daerah dengan temperatur yang pas ada di pertemuan antara daerah terang dan daerah gelap tadi. Apabila di planet ini memiliki atmosfir yang bergerak, maka keadaan cuacanya mungkin tidak terlalu ekstrim. Sayangnya teknologi saat ini masih belum bisa menentukan apakah planet ini memiliki atmosfir atau air secara pasti. Selain itu, bisa jadi bintang Gliese 581 memiliki flare dan memancarkan sinar x-ray.

Seperti yang kita ketahui, air merupakan kunci dari kehidupan. Planet yang telah ditemukan ini berada pada jarak yang tidak terlalu jauh ataupun terlalu dekat dengan bintangnya(matahari) sehingga dapat menjaga airnya tidak membeku ataupun menguap. Penemuan planet ini merupakan peristiwa penting dalam hal pencarian planet dan juga pencarian ET(alien) untuk
merubah pandangan kita terhadap tata surya, namun Para astronomer masih belum dapat menemukan adanya kehidupan biologis di sana

“Tujuannya adalah untuk menemukan adanya kehidupan seperti halnya di bumi “, kata Stephane Udry,kepala peneliti di observatorium Jenewa,Swiss. “Setiap kali Anda maju 1 langkah,Anda akan merasa bahagia.”. Planet baru ini kira2 50% lebih besar dan 5 kali lebih padat dari bumi kita ini. (lumayan bisa mengatasi kepadatan penduduk.
Planet baru ini diberi nama Gliese 581 C,berdasarkan nama mataharinya Gliese 581 yang terletak sejauh 20.5 tahun cahaya dan ukurannya yang hanya sebesar 1/3 dari matahari kita. Gliese 581 C merupakan planet terkecil di luar tata surya kita yang pernah ditemukan. Jarak terhadap mataharinya kira2 15 kali lebih dekat dibandingkan dengan jarak dari bumi menuju matahari kita dan 1 tahun di planet itu sama dengan 13 hari di planet bumi.(jadi bisa lebih sering2 ulang tahun ). Karena mataharinya yang lebih dikenal sebagai M dwarf(yang artinya bintang merah kurcaci) sekitar 50 kali lebih redup dari cahaya matahari bumi kita dan juga tidak begitu panas,maka planet-planetnya dapet mengorbit dengan lebih dekat dengan matahari mereka dengan tetap mempertahankan kandungan air di planet mereka masing2.

Karena sifatnya yang mirip sekali dengan bumi kita ini, Gliese 581 C menjadi target penting
dalam penjelajahan luar angkasa untuk mencari ET,kata anggota team peneliti Xavier Delfosse dari universitas Grenoble di Perancis “Ibaratnya dalam peta harta karun,planet Gliese 581 C kita tandai dengan X”,kata Xavier

Terdapat dua planet lain yang juga mengorbit matahari yang sama. Yang satu mempunyai massa sekitar 15 kali bumi dan mengorbit lebih dekat ke mataharinya daripada Gliese 581 C sendiri dan ditemukan oleh tim yang sama 2 tahun yang lalu. Sedangkan yang lainnya mempunyai massa 8 kali bumi dan ditemukan pada waktu yang hampir sama dengan saat Gliese 581 C ditemukan namun agak sedikit terletak di luar orbitnya. Planet Gliese 581 C mungkin berupa planet berbatu seperti bumi ataupun juga berupa planet yang diselubungi oleh samudra. Diperkirakan suhu planet ini berada antara 0-40o C sehingga bisa dipastikan airnya tidak membeku.

Namun, satu hal yang menggembirakan dari penemuan planet ini adalah adanya harapan kuat bahwa planet mirip bumi berlimpah di ruang angkasa. Di galaksi Bima Sakti sendiri terdapat sekitar 200 miliar bintang dan memiliki luas 100 000 tahun cahaya. Apabila kita menemukan planet mirip bumi yang jaraknya begitu dekat (20 tahun cahaya) maka kemungkinan planet mirip bumi seperti Gliese 581g bukanlah hal yang langka. Di luar sana mungkin terdapat jutaan planet mirip bumi lainnya yang mampu mendukung kehidupan.

– Temperatur normal planet ini berkisar dari 0–40 °C (32–104 °F), Suhu permukaannya mengizinkan adanya Air.
– Mempunyai gravitasi permukaan 2,1 lebih kuat dari bumi
– Diperkirakan berusia 4.3 milyar tahun. Jika dibandingkan, tata surya diperkirakan berusia 4.57 miliar tahun.
Dari sekian planet yang ditemukan, para astronom juga menemukan planet biru yang bisa dihuni manusia. Planet tersebut mengorbit bintang mirip dengan Matahari. Misi Kepler NASA telah menemukan dunia baru pada tingkat yang luar biasa selama tahun lalu, tapi ini adalah penemuan pertama dari apa yang disebut sebagai super bumi. Planet ini sangat mungkin untuk ditinggali manusia menjadi besar. Planet berbatu dengan suhu permukaan sekitar 72 derajat Fahrenheit, mirip dengan musim semi di Bumi. Planet ini dinamai Planet Kepler-22.

Sebuah tim peneliti, termasuk pimpinan Alan Carnegie Institute, membuat penemuan yang akan dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal. Planet seperti Bumi ini (Earth-size planets) mengorbit secara teratur secara berkala pada bintang kecil sebagai pusat “tata surya” mereka. Bintang kecil tersebut terlihat berkerlap-kerlip yang hanya dapat diukur dengan sebuah teleskop ruang angkasa khusus seperti Kepler.
Penemuan ini adalah deteksi pertama dari “sebuah dunia” yang mungkin dapat dihuni, dimana planet mengorbit bintang seperti Matahari yang dinamai G5. Bintang tersebut terletak sekitar 600 tahun cahaya dari Planet Kepler22 dan berada di konstelasi Lyra dan Cygnus. Butuh waktu 22 juta tahun dari Bumi untuk ke sana dengan teknologi yang ada sekarang. Teknologi-lah yang nanti akan menjawab apakah pergi ke Kepler 22b akan menjadi mimpi atau kenyataan.
Planet ini mengorbit bintang G5 dengan periode orbit 290 hari, dibandingkan dengan 365 hari untuk Bumi, pada jarak sekitar 15 persen lebih dekat ke bintangnya dibandingkan dengan jarakBumi dari Matahari. Hal ini mengakibatkan suhu planet cocok bagi kehidupan. Ia mengorbit di tengah-tengah zona gugus bintang, dimana air mencair di permukaan planet tersebut. Air diperlukan untuk kehidupan seperti yang kita tahu itu, dan planet baru ini mungkin telah berpenghuni. Telah banyak planet gas raksasa terdeteksi sebelumnya di zona gugus bintang-bintang mirip matahari, tetapi planet gas raksasa dianggap tidak mampu mendukung kehidupan.
Planet baru ini adalah planet terkecil yang ditemukan di zona gugus bintang. Ukurannya 2,4 kali lebih besar dari Bumi, dan para astronom mengklasifikasikannya ke dalam kelas exoplanet yang dikenal sebagai super-Bumi. Beberapa bagian permukannya terlihat berbatu, sementara bagian yang lain mengandung pecahan dari es dan air. Satu dugaan penting dari penemuan ini adalah tampaknya planet baru berpenghuni. “Penemuan ini mendukung keyakinan yang berkembang selama ini bahwa kita hidup di alam semesta yang penuh sesak dengan kehidupan,” kata pakar NASA. “Kepler di ambang menentukan penemuan planet mirip bumi di galaksi kita ‘. Sementara para ilmuwan telah memulai melakukan klasifikasi secara sistematis untuk mengkategorikan planet yang mungkin ‘layak huni’ – dan sejauh ini, telah ditemukan 47 planet dan bulan yang mirip Bumi. Selama ini planet mirip Bumi telah ditemukan sebanyak 700 planet, tetapi hanya 47 planet mirip Bumi terlihat menjanjikan. Lebih dari 700 planet telah terdeteksi dan dikonfirmasikan dengan ribuan lainnya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut oleh misi-misi seperti NASA Kepler. Sebagian besar adalah gas raksasa, serupa dengan Jupiter dan Neptunus, namun dalam orbit yang sangat berbahaya karena dekat dengan bintang mereka. Hanya beberapa saja yang memiliki ukuran dan orbit yang cocok untuk kehidupan manusia.


Film Avatar di Planet Pandora, seperti akan menjadi kenyataan kita bertemu mahkluk lain.
Ilustrasi: DailyMail.co.uk

Nah itu dia sob kabar barunya, I hope you like it n semoga bermanfaat!
BYE……………………………….! ^_^

BY: Ni Luh Komang Fitriani (@komang_fitri’s v3)
Ni Made Seri Ramawati (@DechSry)

This entry was posted in KILAS FENOMENA FISIKA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s