solar storm (badai matahari)

ARTIKEL

SOLAR STORM

PERNAKAH ANDA MENDENGAR TENTANG SOLAR STORM?

Kali ini kita akan membicarakan tentang solarm Storm.

Mungkin istilah ini sudah tidak asing lagi bagi kita.

Dalam bahasa Indonesia Solar Storm disebut dengan “Badai Matahari”.

Kebanyakan yang mengetahui tentang Badai Matahari ni hanya dari kalangan tertentu saja, maka dari itu kita akan menjelaskannya sebab anda perlu mengetahuinya karena akan berdampak yang sangat sekali untuk bumi kita.Solar Strom pernah terjadi pada tahun 1980”an yang berdampak pada listrik di bumi seperti padamnya listrik yang terjadi di Kanada. Badai Matahari terjadi dalam periode 11tahun. Diperkirakan akan ada pada tahun 2012 yang dikait-kaitkan dengan KIAMAT. Para ilmuan berkata akan muncul flare (bintik hitam) pada tahun 2007 dan mencapai puncaknya tahun 2012. Tapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda bintik hitam pada matahari.

Nah untuk itu kita perlu mengetahui tentang badai matahari itu.

Badai matahari atau solar storm adalah fenomena alam dimana matahari menyemburkan proton dan elektron sebagai akibat dari aktivitas magnetik secara berkala, semakin lama semakin banyak, dan yang mencapai puncaknya sekitar 11 tahun sekali, diperkirakan sekitar tahun 2011 atau 2012. Puncak semburan ini yang disebut sebagai badai matahari dan akan menimbulkan berbagai dampak  yang serius di bumi.

Yang paling merasakan dampak langsungnya adalah para astronot yang berada di luar angkasa sana. Gangguan mulai berupa putusnya jaringan komunikasi dengan stasiun bumi sampai yang paling buruk adalah kematian sang astronot.

Di bumi sendiri, dampak yang paling sederhana, menurut pakar LAPAN yang saya dengar sedang diwawancara di radio adalah terganggunya sinyal komunikasi. Oleh karena itu, seluruh alat komunikasi yang menggunakan sinyal elektromagnetik tidak bisa berfungsi dengan baik, misalnya HP, perangkat GPS, seluruh perangkat komunikasi satelit (mesin ATM, internet nir-kabel/wi-fi). Dan dampak dari badai matahari ini bisa berlangsung selama berhari-hari. Bayangkan, berhari-hari tanpa hp; tanpa ATM;  sedangkan jalur komunikasi antar bank terputus/offline; pesawat atau kapal laut tidak diketahui keberadaannya. Ingat, ini baru dampak yang paling sederhana.

Dampak lebih parah bisa terjadi pada peralatan listrik dan pembangkit listrik yang tetap dinyalakan pada saat badai berlangsung. Medan magnet bumi yang tidak stabil akan dapat merusak berbagai peralatan listrik dan pembangkit listrik dan dibutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk membangunnya kembali. Bahkan menurut sebuat situs yang mengutip sumber wikipedia mengatakan, pernah terjadi di Quebec, Canada pada tanggal 13 Maret 1989 dimana 6 juta orang hidup tanpa listrik selama 9 jam. Padahal puncak ledakan badai matahari jika mengenai bumi bisa mencapai lebih dari 2 hari. Bisa anda bayangkan, hidup tanpa listrik selama lebih dari 2 hari? Malapetaka besar buat masyarakat perkotaan.

NASA dalam situs resminya, walaupun tidak secara eksplisit mengungkapkan malapetaka yang bisa terjadi, menyatakan pentingnya studi mengenai badai matahari ini karena berdampak langsung kepada perekonomian nasional, karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia modern sudah sangat bergantung pada kemajuan teknologi, yang tidak bisa dilepaskan dari listrik, komunikasi nirkabel, internet, satelit dsb. Karena itu, pemahaman tentang perubahan matahari, dan dampaknya terhadap sistem tata surya kita dan kehidupan di bumi khususnya menjadi tujuan utama program riset heliofisik dari NASA.

Menurut sebuah lembaga pendidikan di Montana, AS, Solar Storm adalah gejala terlemparnya proton dan elektron matahari, dan memiliki kecepatan yang setara dengan kecepatan cahaya. Kecepatan itu dihasilkan oleh sinar X yang melepaskan radiasi ke luar angkasa. Selain itu, matahari juga melepaskan jutaan ton kabut plasma yang memiliki medan magnet sendiri. Dengan kecepatan sekitar 1 juta mph atau sekitar 1.852 kmh, maka CME (Coronal Mass Ejection) tadi bisa sampai ke bumi hanya dalam waktu beberapa hari. CME bisa menghantam medan magnet bumi layaknya sebuah palu godam, dan memiliki radius 1.852 kilometer.

Sedangkan  gelombang magnetik tadi disebabkan oleh gelombang kejut matahari (Solar Wind shock wave) dan biasanya menyerang medan magnet bumi sekitar 24 hingga 36 jam setelah terjadi gelombang. Itu merupakan kecepatan yang luar biasa, karena jarak antara matahari dan bumi kurang lebih 150 juta km. Akan tetapi hal ini terjadi hanya jika gelombang tersebut tepat mengarah ke bumi.

Tekanan gelombang kejut pada magnetosfir bumi bisa meningkat maupun menurun tergantung pada aktifitas matahari, dan bisa mengacaukan ionosfer. Gelombang ini biasanya berlangsung sekitar 24 sampai 48 jam, tapi bisa juga berlangsung selama berhari-hari.

Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ada perubahan cuaca di luar angkasa adalah munculnya aurora di wilayah kutub utara. Hal ini diakibatkan oleh pergesekan proton dan elektron yang menabrak bumi, mengalir cepat pada lintasan medan magnet yang tipis dan bertemu dengan wilayah kutub bumi.

Aurora di Wisconsin, 22 Oktober 2003.

Solar Storm bisa mengakibatkan komunikasi antara bumi dengan satelit menjadi terganggu. Hal ini disebabkan karena gelombang magnetik yang menghantam bumi menghalangi sinyal-sinyal komunikasi. Jika sudah demikian, maka telepon, handphone, maupun alat komunikasi pada kapal, pesawat, hingga GPS (Global Positioning System) tidak bisa berfungsi dengan baik. Selain itu, para astronot yang berada di luar angkasa pada saat itu bisa terpanggang habis dalam hitungan detik jika tidak segera menemukan tempat berlindung yang benar-benar aman dari serangan badai.

Pembangkit listrik juga bisa mengalami kerusakan jika terus dinyalakan pada saat badai berlangsung. Hal ini disebabkan oleh medan magnet bumi yang tidak stabil pada saat badai berlangsung. Dan kalau sudah rusak, maka butuh waktu sekitar 2 tahun untuk membangunnya kembali. Hal ini memaksa masyarakat untuk kembali hidup tanpa listrik hingga pembangkit listrik baru selesai dibangun.

Solar Storm merupakan gejala alam yang wajar dan akan berlangsung secara terus menerus. Matahari masih akan terus menghasilkan puluhan Solar Storm hingga akhir hayatnya. Dan di akhir program tadi, Solar Storm berikutnya diperkirakan akan datang sekitar tahun 2011.

 

 

 

 

 

 

This entry was posted in KILAS FENOMENA FISIKA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s